Nama : Dzul Meina Hussana
Nim :
1410010032
Kelas : AK 5C PAGI
Cryptography
I.
PENDAHULUAN
Kemajuan
di bidang teknologi informasi telah memungkinkan berbagai institusi atau organisasi
lainnya melakukan interaksi melalui jaringan komputer. Kegiatan-kegiatan
tersebut tentu saja akan menimbulkan risiko jika informasi yang sensitif dan
berharga tersebut diakses oleh orang-orang yang tidak berhak. Untuk
menghindari risiko tersebut maka dikenal
lah suatu sistem pengendalian yang di desain untuk memproteksi kerahasiaan data
yaitu Cryptography.
II.
TUJUAN
Ada empat tujuan
mendasar dari Ilmu Cryptography ini yang juga merupakan aspek keamanan
informasi yaitu :
1. Kerahasiaan
(confidentiality) adalah layanan yang digunakan
untuk menjaga isi dari informasi dari
siapapun kecuali yang memiliki otoritas
atau kunci rahasia untuk membuka/mengupas informasi yang
2. Keutuhan
data (integrity) adalah berhubungan dengan penjagaan dari perubahan data secara
tidak sah.
Untuk menjaga integritas data, sistem
harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi manipulasi data
oleh pihak-pihak yang tidak berhak, antara
lain penyisipan, penghapusan, dan pensubsitusian data lain
kedalam data yang sebenarnya.
3. Jaminan atas identitas dan
keabsahan (authenticity) adalah berhubungan
dengan identifikasi/pengenalan, baik secara kesatuan sistem maupun informasi
itu sendiri. Dua pihak yang saling berkomunikasi harus saling memperkenalkan
diri. Informasi yang dikirimkan melalui kanal harus diautentikasi keaslian, isi
datanya, waktu pengiriman, dan lain-lain.
4. Non-Repudiation adalah usaha untuk mencegah terjadinya penyangkalan terhadap pengiriman/terciptanya
suatu informasi oleh yang mengirimkan/membuat.
III.
ANALISIS
Cryptography adalah sebuah seni atau teknik untuk mengamankan pesan
dengan metode tertentu, yang biasanya merupakan sebuah algoritma, agar pesan
tersebut dapat dijamin kerahasiaannya dan Cryptographer adalah seseorang yang melakukan Cryptography terhadap
sebuah pesan dengan alasan tertentu. Dalam menjaga kerahasiaan data, cryptography
mentransformasikan data jelas (plaintext)
ke dalam bentuk data sandi (chipertext)
yang tidak dapat dikenali. Chipertext inilah yang kemudian dikirimkan oleh
pengirim (sender) kepada
penerima (receiver). Setelah
sampai di penerima, chipertext tersebut ditranformasikan kembali ke dalam
bentuk plaintext agar dapat dikenali. Proses tranformasi dari plaintext menjadi
ciphertext disebut proses Encipherment
atau Enkripsi (encryption),
sedangkan proses mentransformasikan kembali ciphertext menjadi plaintext
disebut proses Dekripsi (decryption).
Dengan elemen
sebagai berikut : plaintext >> proses
enkripsi>> chipertext atau Saya >> proses enkripsi>> ‘&^7^%&’.
Cryptographic system atau cryptosystem adalah
suatu fasilitas untuk mengkonversikan plaintext ke ciphertext dan sebaliknya.
Dalam sistem ini, seperangkat parameter yang menentukan transformasi
pencipheran tertentu disebut suatu set kunci. Proses enkripsi dan dekripsi
diatur oleh satu atau beberapa kunci cryptography. Ada 2 macam cryptosystem yaitu
Symmetric Cryptosystem dan Assymmetric Cryptosystem. Dalam symmetric cryptosystem ini, kunci yang
digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi pada prinsipnya identik.
Kunci-kunci ini harus dirahasiakan. Oleh karena itulah sistem ini sering
disebut sebagai secret-key
ciphersystem. Sedangkan,
dalam assymmetric cryptosystem ini digunakan dua buah kunci. Satu kunci
yang disebut kunci publik (public key) dapat dipublikasikan, sedang
kunci yang lain yang disebut kunci privat (private key) yang harus
dirahasiakan. Assymmetric Cryptography banyak digunakan oleh layanan web server terutaman
layanan e-commerse atau layanan e-banking dengan SSL (Secure Socket Layer) yang
diterapkan dalam https.
METODE
CRYPTOGRAPHY
1.
Metode
Kuno : Digunakan oleh bangsa Sparta yaitu
Scytale dan Caesar Chiper
2.
Teknik
Dasar Cryptography : Subtitusi , Blocking, Permutasi, Ekspansi, Pemampatan(Compaction)
Dengan menggunakan kelima teknik dasar Cryptography
diatas, dapat diciptakan kombinasi teknik Cryptography yang amat banyak, dengan faktor yang
membatasi semata-mata hanyalah kreativitas dan imajinasi kita. Walaupun sekilas
terlihat sederhana, kombinasi teknik dasar Cryptography dapat menghasilkan teknik Cryptography turunan yang cukup kompleks, dan beberapa
teknik dasar tersebut masih digunakan dalam teknik Cryptography modern.
Beberapa aplikasi yang
menggunakan teknik Cryptography untuk pengamanan data atau komunikasi
diantaranya adalah Jasa telekomunikasi, militer dan pemerintahan, data
perbankan, data konfidensial perusahaan, pengamanan electronic mail, dan kartu
plastic.
IV.
KESIMPULAN
Keamanan
merupakan komponen yang sangat penting
dalam komunikasi data elektronis.. Dengan adanya Teknologi Cryptography,
yang digunakan untuk melakukan enkripsi data dan pendeskripsian data kembali
kita dapat meminimalisir risiko dari kebocoran data yang dapat dimodifikasi
oleh pengguna yang tidak berhak.
Sumber :
- http://www.budi.insan.co.id/courses/el695
- http://www.google.com/aqwam.staff.jak-stik.ac.id/files/keamanan-komputer.doc
- http://id.wikipedia.org/wiki/Kriptografi
- http://www.google.com/
telecom.ee.itb.ac.id/~tutun/ET7053/2.ppt